Sabtu, 22 Oktober 2011

Encoding data
Encoding data adalah cara untuk mengubah suatu aliran bit ke dalam  kode standar.  Kode adalah pengelompokan bit yang digunakan untuk memberikan pola diprediksi yang dapat diakui oleh pengirim dan menerima.  Tujuan dari sebuah pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi
digital yaitu ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan. Menggunakan pola diprediksi akan membantu untuk membedakan bit data dari bit kontrol dan menyediakan deteksi kesalahan media yang lebih baik.  Selain membuat kode untuk data, metode pengkodean pada lapisan fisik juga dapat memberikan kode untuk tujuan kontrol seperti mengidentifikasi awal dan akhir bingkai.

Coding(penulisan program) : merupakan salah satu dari langkah-langkah pemrograman.


5 faktor evaluasi
(faktor-faktor yang mempengaruhi coding) :
1.     Spektrum sinyal / signal spektrum
Ketidakadaan komponen frekuensi tinggi berarti diperlukan bandwidth sempit untuk transmisi.
2.     Kemampuan sinkronisasi / clocking / signal synchronization capability
Untuk menghitung posisi start dan stop dari tiap posisi bit dengan mekanisme sinkronisasi.
3.     Kemampuan mendeteksi error / signal error detecting capability
Kemampuan error detection dapat diberikan secara sederhana dengan pengkodean natural.
4.     Tahan terhadap gangguan / signal interference and noise immunity
Digambarkan oleh kecepatan bit error.
5.     Biaya dan kompleksitas / cost and complexity
Semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk memenuhi data rate yang ada, semakin besar  biayanya.

Sistem Sandi untuk komunikasi data yang umum di pakai :

 

a.    ASCII (American Standard Code for Information Interchange)

merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol.  Kode ASCII  memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.
b.    Sandi Baudot Code (CCITT Alfabet No. 2 / Telex Code)
Sandi Baudot Code terdiri dari 5 bit dan memiliki 32 macam symbol.
Tiap karakter terdiri dari 1 bit awal, 5 bit data dan 1 bit akhir

c.    Sandi 4 atau 8
Sandi dari IBM dengan kombinasi yang diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah “0” .
Di dalam sandi 4 atau 8 terdapat 70 karakter yang dapat diberi sandi ini.
Transmisi asinkronnya  membutuhkan 10 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir

d.    BCD (Binary Coded Decimal)
BCD Terdiri dari 6 bit  dan terdapat 64 kombinasi sandi.
Transmisi asinkronnya membutuhkan 9 bit, yaitu: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir

e.    EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code)
Memiliki sandi 8 bit untuk 256 karakter. Transmisi asinkronnya membutuhkan 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.

Pengelompokkan karakter

Pada komunikasi data informasi yang dipertukarkan terdiri dari 2 grup (baik ASCII maupun EBCDIC), yaitu :

a.    karakter data
b.    karakter kendali
digunakan untuk mengendalikan transmisi data, bentuk (format data), hubungan naluri data dan fungsi fisik terminal.

Karakter Kendali dibedakan atas :


1.        Transmisi Control
a.       SOH (Start of Heading)
Menunjukkan bagian awal heading yang berisikan alamat atau arah informasi
b.      STX (Start of Text)
Menunjukkan bagian awal teks dan bagian akhir heading
c.       ETX (End of Text)
Menunjukkan bagian akhir teks yang dimulai dengan karakter STX
d.      EOT (End of Transmision)
Menunjukkan selesainya transmisi dan kemungkinan mencakup atau teks lebih berikut
dengan headingnya
e.       ENQ (Enquiry)
Menunjukkan permintaan tanggapan dari station yang berjauhan
f.       ACK (Acknowledgement)
Menunjukkan respon persetujuan kepada pengirim. Karakter ini dikirimkan oleh
penerima untuk menunjukkan respon positif pada pengirim
g.      NAK (Negative Acknowledgement)
Dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon negatif kepada pengirim
h.      SYN (Synchronous /IDLE)
Digunakan oleh sistem transmisi sinkron untuk mempercepat proses sinkronisasi
i.        ETB (End of Transmission Block)
Menunjukkan bagian akhir block data untuk keperluan komunikasi
j.         DLE : Data Link Escape
Mengubah arti karakter berikutnya, digunakan untuk lebih mengendalikan transmisi data.

2.      Format Effectors
 Digunakan untuk mengendalikan tata letak fisik informasi pada printout / tampilan layar
a.     BS (Back Space), menyebabkan kursor mundur satu langkah
b.    HT (Horizontal Tabulation), maju ke posisi yang telah ditentukan
c.     LF (Line Feed), maju satu baris / spasi
d.    VT (Vertical Tabulation), maju beberapa baris / spasi
e.     FF (Form Feed), maju 1 halaman (halaman baru)
f.     CR (Carriage Return), kursor menuju ke awal baris

3.       Device Control
       Digunakan untuk mengendalikan peralatan tambahan dari terminal
4.       Information Separators
       Digunakan untuk mengelompokkan data secara logis. Umumnya ditentukan :
a.    US (Unit Separators), tiap unit informasi dipisahkan oleh US
b.    RS (Record Separator), tiap record terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS
c.    GS (Group Separator), beberapa record membentuk suatu grup dan dipisahkan oleh GS
d.   FS (File Separator),beberapa grup membentuk sebuah fike yang dipisahkan oleh FS

Teknik Encoding dan Modulasi Data
1.      Data Digital – Sinyal Digital
2.      Data Digital – Sinyal Analog
3.      Data Analog – Sinyal Digital
4.      Data Analog – Sinyal Analog





Tidak ada komentar:

Posting Komentar