Encoding
data
Encoding
data adalah cara untuk mengubah suatu aliran bit ke dalam kode standar.
Kode adalah pengelompokan bit yang digunakan untuk memberikan pola
diprediksi yang dapat diakui oleh pengirim dan menerima. Tujuan dari sebuah
pengkodean adalah menjadikan tiap karakter dalam sebuah informasi
digital
yaitu ke dalam bentuk biner untuk dapat ditransmisikan. Menggunakan pola
diprediksi akan membantu untuk membedakan bit data dari bit kontrol dan
menyediakan deteksi kesalahan media yang lebih baik. Selain membuat kode
untuk data, metode pengkodean pada lapisan fisik juga dapat memberikan kode
untuk tujuan kontrol seperti mengidentifikasi awal dan akhir bingkai.
Coding(penulisan program) : merupakan salah satu
dari langkah-langkah pemrograman.
5 faktor evaluasi
(faktor-faktor yang mempengaruhi coding) :
1.
Spektrum sinyal / signal spektrum
Ketidakadaan komponen frekuensi tinggi
berarti diperlukan bandwidth sempit untuk transmisi.
2.
Kemampuan sinkronisasi / clocking / signal synchronization capability
Untuk menghitung posisi start dan stop
dari tiap posisi bit dengan mekanisme sinkronisasi.
3.
Kemampuan mendeteksi error / signal error detecting capability
Kemampuan
error detection dapat diberikan secara sederhana dengan pengkodean natural.
4.
Tahan terhadap gangguan / signal interference and noise immunity
Digambarkan
oleh kecepatan bit error.
5.
Biaya dan kompleksitas / cost and complexity
Semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk
memenuhi data rate yang ada, semakin besar biayanya.
Sistem Sandi untuk komunikasi data yang
umum di pakai :
a. ASCII (American Standard Code for
Information Interchange)
merupakan suatu standar
internasional dalam kode huruf dan simbol. Kode ASCII memiliki komposisi bilangan biner
sebanyak 8 bit. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode
0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.
b. Sandi Baudot Code (CCITT
Alfabet No. 2 / Telex Code)
Sandi Baudot Code
terdiri dari 5 bit dan memiliki 32 macam symbol.
Tiap karakter terdiri
dari 1 bit awal, 5 bit data dan 1 bit akhir
c. Sandi 4 atau 8
Sandi dari IBM dengan kombinasi yang
diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah “0” .
Di dalam sandi 4 atau 8 terdapat 70
karakter yang dapat diberi sandi ini.
Transmisi asinkronnya
membutuhkan 10 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir
d. BCD (Binary Coded
Decimal)
BCD Terdiri dari 6 bit dan
terdapat 64 kombinasi sandi.
Transmisi asinkronnya membutuhkan 9
bit, yaitu: 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir
e. EBCDIC (Extended Binary
Coded Decimal Interchange Code)
Memiliki sandi 8 bit untuk 256
karakter. Transmisi asinkronnya membutuhkan 11 bit, yaitu: 1 bit awal, 8 bit
data, 1 bit paritas dan 1 bit akhir.
Pengelompokkan karakter
Pada komunikasi data
informasi yang dipertukarkan terdiri dari 2 grup (baik ASCII maupun EBCDIC),
yaitu :
a.
karakter data
b.
karakter kendali
digunakan untuk mengendalikan
transmisi data, bentuk (format data), hubungan naluri data dan fungsi fisik
terminal.
Karakter Kendali dibedakan atas :
1. Transmisi Control
a.
SOH
(Start of Heading)
Menunjukkan bagian awal heading yang
berisikan alamat atau arah informasi
b.
STX
(Start of Text)
Menunjukkan bagian awal teks dan
bagian akhir heading
c.
ETX
(End of Text)
Menunjukkan bagian akhir teks yang
dimulai dengan karakter STX
d.
EOT
(End of Transmision)
Menunjukkan
selesainya transmisi dan kemungkinan mencakup atau teks lebih berikut dengan
headingnya
- ENQ (Enquiry)
Menunjukkan permintaan tanggapan dari station yang berjauhan
- ACK (Acknowledgement)
Menunjukkan respon persetujuan kepada pengirim. Karakter ini dikirimkan oleh penerima untuk
menunjukkan respon positif pada pengirim
- NAK (Negative
Acknowledgement)
Dikirimkan oleh penerima untuk menunjukkan respon negatif kepada pengirim
- SYN (Synchronous /IDLE)
Digunakan oleh sistem transmisi sinkron untuk mempercepat proses sinkronisasi
- ETB (End of Transmission
Block)
Menunjukkan bagian akhir block data untuk keperluan komunikasi
- DLE : Data Link EscapeMengubah arti karakter berikutnya, digunakan
untuk lebih mengendalikan
transmisi data.
2. Format Effectors
Digunakan untuk mengendalikan tata
letak fisik informasi pada printout / tampilan layar
a. BS (Back Space), menyebabkan kursor
mundur satu langkah
b. HT (Horizontal Tabulation), maju ke
posisi yang telah ditentukan
c. LF (Line Feed), maju satu baris /
spasi
d. VT (Vertical Tabulation), maju
beberapa baris / spasi
e. FF (Form Feed), maju 1 halaman
(halaman baru)
f. CR (Carriage Return), kursor menuju
ke awal baris
3.
Device
Control
Digunakan untuk mengendalikan peralatan tambahan dari
terminal
4.
Information
Separators
Digunakan untuk mengelompokkan data
secara logis. Umumnya ditentukan :
a. US (Unit Separators), tiap unit
informasi dipisahkan oleh US
b. RS (Record Separator), tiap record
terdiri atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS
c. GS (Group Separator), beberapa
record membentuk suatu grup dan dipisahkan oleh GS
d. FS (File Separator),beberapa grup
membentuk sebuah fike yang dipisahkan oleh FS
Teknik
Encoding dan Modulasi Data
1. Data Digital – Sinyal Digital
2. Data Digital – Sinyal Analog
3. Data Analog – Sinyal Digital
4. Data Analog – Sinyal Analog
Reffrency: komunikasi data (komdat 3-3)
Nur
Yuliani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar